by

Erick Thohir Copot Fadjroel Rahman dari Adhi Karya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir copot Fadjroel Rahman. Hal ini dilakukan saat PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini.

Dalam rapat tersebut diputuskan terjadi perombakan dewan direksi dan dewan komisaris. Fadjroel Rahman yang juga Juru Bicara Presiden Joko Widodo tersebut sebelum dicopot menduduki posisi Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk.. Kini jabatannya itu digantikan oleh Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo Hargo.

Selain Fadjroel, ada tiga komisaris di BUMN tersebut yang dicopot. Bobby Achirul Awal Nazief, Wicipto Setiadi, dan Rildo Ananda Anwar digantikan oleh Cahyo R. Muzhar, Yustinus Prastowo, dan Widiarto. Dua komisaris independen PT Adhi Karya (Persero) Tbk., yaitu Hironimus Hilapok dan Abdul Muni tetap dipertahankan.

Selanjutnya untuk jajaran dewan direksi perubahan terjadi pada jabatan Direktur Utama yang semula dijabat oleh Budi Harto digantikan oleh Entus Asnawi. Entus merupakan Direktur Keuangan perusahaan tersebut.

Jabatan Direktur Keuangan yang kosong diisi oleh Agung Darmawan yang berasal dari BNI. Selain itu Direktur Operasional I, Budi Saddewa juga digantikan oleh Suko Widigdo. Demikian sebagaimana dikutip dari situs berita iNews.id.

Membagikan Dividen

RUPST PT Adhi Karya (Persero) Tbk. juga memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 66,4 miliar. Jumlah tersebut setara dengan sepuluh persen dari laba bersih tahun 2019 yang sebesar Rp 663,8 miliar.

Dari jumlah dividen yang ditetapkan, 51% atau setara Rp 33,8 miliar merupakan dividen bagi Negara Republik Indonesia yang akan disetorkan ke Kas Umum Negara. Adapun sisanya sebesar Rp 597,4 miliar menjadi Saldo Laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.

Selanjutnya Adhi Karya juga mendapat persetujuan untuk menerbitkan penawaran umum berkelanjutan obligasi tahap III 2020 dengan nilai setinggi-tingginya Rp 5 triliun. Penerbitannya akan dilakukan tahun ini secara bertahap.*


Baca juga:
Konsumen New Normal, Berikut Prediksi Perilakunya
Stabilisasi Ekonomi Saat Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 dan Bisnis ala New Normal
Pelonggaran PSBB dalam Perspektif Ekonomi

PERDANANEWS JABAR